Chery Gandeng Tata Motors Kembangkan Mobil Listrik Premium Avinya
11 Agustus 2026

Chery kembali memperluas pengaruhnya di industri kendaraan listrik global melalui kerja sama dengan Tata Motors. Produsen otomotif asal India tersebut akan memanfaatkan platform kendaraan listrik milik Chery untuk mengembangkan mobil listrik premium di bawah merek Avinya.
Kerja sama ini menjadi langkah penting bagi Tata Motors untuk menghidupkan kembali proyek kendaraan listrik premium Avinya yang sebelumnya sempat mengalami penundaan. Model pertama yang menggunakan platform Chery ditargetkan hadir pada 2027.
Platform Chery Digunakan untuk Mobil Listrik Premium Tata
Tata Motors berencana menggunakan platform Freelander yang dikembangkan melalui kerja sama Chery dan Jaguar Land Rover (JLR) di China.
Platform tersebut akan menjadi basis pengembangan kendaraan listrik premium Avinya yang diproduksi secara lokal di India. Untuk tahap awal, model pertama akan dikirim dari China dalam bentuk kit dan kemudian dirakit di fasilitas Tata Motors di Tamil Nadu, India.
Penggunaan platform yang sudah dikembangkan Chery memungkinkan Tata Motors mempercepat proses pengembangan kendaraan listrik. Strategi ini juga dapat mengurangi waktu dan investasi yang dibutuhkan apabila Tata harus mengembangkan platform EV baru dari awal.
Langkah tersebut menjadi alternatif setelah rencana awal Tata menggunakan Electrified Modular Architecture (EMA) milik JLR mengalami perubahan.
Proyek Avinya Sempat Tertunda
Sebelumnya, Tata Motors berencana menggunakan platform EMA untuk mengembangkan lini kendaraan listrik Avinya. Model pertama bahkan sempat ditargetkan meluncur pada 2025.
Namun, rencana tersebut tidak berjalan sesuai jadwal setelah JLR membatalkan rencana produksi kendaraan listrik berbasis EMA di India.
Situasi tersebut membuat Tata Motors harus menyusun kembali strategi pengembangan Avinya. Kerja sama dengan Chery kemudian menjadi salah satu solusi untuk mempercepat kehadiran produk baru di segmen kendaraan listrik premium.
Model pertama Avinya berbasis platform Chery dijadwalkan hadir pada 2027. Setelah itu, model EV kedua direncanakan menyusul pada 2029.
Tidak berhenti di dua model, Tata Motors juga disebut memiliki peluang untuk menghadirkan dua model tambahan setelahnya.
Chery Menjadi Pemasok Platform EV
Dalam kerja sama tersebut, Chery akan bertindak sebagai pemasok bagi Tata Motors Passenger Vehicles. Setiap proyek akan memiliki perjanjian tersendiri dengan ketentuan komersial yang berlaku.
Bagi Chery, kerja sama dengan Tata Motors juga menjadi kelanjutan dari pengalaman perusahaan dalam mengembangkan kendaraan elektrifikasi bersama Jaguar Land Rover.
Chery sebelumnya telah ditunjuk oleh JLR sebagai mitra untuk mengembangkan dan memproduksi kendaraan elektrifikasi di bawah merek Freelander yang dihidupkan kembali.
Kendaraan Freelander tersebut menggunakan arsitektur milik Chery dan diproduksi di fasilitas perusahaan di Changshu, China.
Teknologi Chery Semakin Digunakan Produsen Global
Kerja sama dengan Tata Motors memperlihatkan semakin luasnya pemanfaatan teknologi Chery dalam industri kendaraan listrik global.
Chery tidak hanya mengembangkan kendaraan untuk mereknya sendiri, tetapi juga menyediakan teknologi dan platform yang dapat digunakan oleh mitra global.
Bagi Tata Motors, pendekatan tersebut memberikan akses terhadap teknologi kendaraan listrik yang sudah dikembangkan sehingga perusahaan dapat mempercepat ekspansi di segmen EV premium.
Sementara bagi Chery, kolaborasi ini menjadi peluang untuk memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu pemain teknologi kendaraan listrik yang diperhitungkan di pasar global.
Avinya Diposisikan sebagai Merek Premium Global
Tata Motors menyebut Avinya akan dikembangkan sebagai merek premium global. Karena itu, kerja sama dengan Chery dan JLR menjadi salah satu bagian penting dalam strategi pengembangan kendaraan listrik premium perusahaan.
Tata Motors juga melihat kesepakatan tersebut sebagai cara untuk menghadirkan produk EV premium dalam skala yang lebih besar.
Dengan dukungan platform Chery, Tata dapat mempercepat pengembangan produk sembari tetap menjalankan rencana jangka panjang untuk mengembangkan platform kendaraan listrik miliknya sendiri.
Persaingan Mobil Listrik India Semakin Ketat
Kerja sama Tata Motors dan Chery juga tidak terlepas dari persaingan kendaraan listrik yang semakin berkembang di India.
Saat ini, kendaraan listrik menyumbang sekitar 14 persen dari total penjualan Tata Motors. Perusahaan menargetkan kontribusi tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar 30 persen pada 2030.
Namun, Tata menghadapi persaingan yang semakin ketat dari sejumlah produsen lokal dan pemain otomotif lainnya, termasuk Mahindra & Mahindra serta JSW MG Motor.
Kehadiran lebih banyak model EV menjadi penting bagi Tata untuk mempertahankan posisi di pasar kendaraan listrik India. Karena itu, percepatan pengembangan Avinya menjadi salah satu langkah strategis perusahaan.
Kerja Sama Chery dan Tata di Tengah Sensitivitas Teknologi China
Penggunaan teknologi dari China di industri otomotif India memiliki tantangan tersendiri. Pemerintah India menerapkan pembatasan ketat terhadap investasi dari negara-negara tetangga sejak 2020, terutama yang berkaitan dengan China.
Kondisi tersebut membuat perusahaan otomotif India cenderung mencari bentuk kerja sama teknologi tanpa harus melakukan investasi kepemilikan yang lebih dalam.
Kerja sama Tata Motors dan Chery menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi kendaraan listrik China dapat dimanfaatkan oleh produsen India melalui skema pemasokan platform dan teknologi.
Apa Artinya bagi Perkembangan Teknologi Chery?
Kerja sama dengan Tata Motors menunjukkan bahwa teknologi Chery mulai mendapatkan perhatian dari produsen otomotif besar di luar China.
Pengembangan platform EV membutuhkan investasi besar, waktu panjang, serta kemampuan riset dan produksi yang matang. Dengan menyediakan platform kepada mitra global, Chery dapat memperluas penggunaan teknologinya sekaligus membuka peluang kolaborasi baru di industri kendaraan listrik.
Bagi konsumen, perkembangan seperti ini juga menunjukkan bahwa persaingan kendaraan listrik ke depan tidak hanya ditentukan oleh desain dan harga mobil, tetapi juga oleh kemampuan teknologi, platform, baterai, efisiensi, dan ekosistem kendaraan listrik yang dimiliki setiap produsen.
